Sabtu, 22 November 2014

ANAK AYAM

Sejak bebrapa hari yang lalu rumahku mulai di penuhi bunyi-bunyi anak ayam. Berisik sih, tapi imut hehe. Dan kemarin ada satu ekor anak ayam yang lahir lagi. Badannya terlihat rapuh dan mudah di hancurkan. Aku berpikir seandainya anak ayam ini tidak dipelihara, kira-kira apa yang akan terjadi? Akankah dia mati? Atau dia beruntung dan bisa bertahan hidup?
Entah karena sangat semangat atau karena memang inisiatif, ayahku membelikan anak-anak ayam itu sebuah sangkar yang besar dan cantik. Warnanya oranye, lengkap dengan tempat ayam untuk bertengger, makan, juga buang air.
Sebelumnya, ketika anak ayam yang kubilang kemarin lahir itu lahir, dia hampir mati. Mungkin karena ayahku terlalu banyak meminumkan madu sehingga kerongkongan kecilnya tersedak, atau karena dia mengalami sesuatu yang entah apa itu sehingga membuatnya terlihat seakan hendak mati. Tapi, untungnya dia masih hidup sehat sejahtera :D.
Dan malam ketika kulihat dia didalam kandang bersama dengan anak ayam lainnya, bulunya sudah mengering dan dia terlihat saaangat imut. Ayam-ayamku, cepatlah besar(biar kalian bisa kumakan, huahaha) :)


0 komentar:

Posting Komentar