Selasa, 20 Agustus 2013

For My Country

Jujur sih, sebenernya nih cerita udah lama kubikin.

Enjoy....

For My Country
TAP! TAP! TAP! Terdengar sebuah langkah kaki, aku harus mempersiapkan senjata ku! CREK! Sial! Bunyi pistolnya terlalu keras! TAP… TAP… ugh! Dia mendekat! Aku tidak bisa memanggil bantuan, aku harus sembunyi dibalik pohon yang lebih besar! Tep… tep… tep… aku mengendap-endap SEKK! Ah! Ikat kepala ku lepas! Dimana jatuhnya?! Srak! Srak! Bunyi ini terlalu keras! Aku harus mencari dengan lebih tenang! TAP! TAP! TAP! TAP! Dia mendekati ku! Sial! Dimana ikat kepalaku?!
CREKKK!!!!!
menyerahlah! Kau sudah tertangkap!” Ugh! Sial! Tapi ikat kepalaku belum kutemukan! “angkat tanganmu!” katanya, “baiklah, aku menyerah… apakah kau akan menembakku?” aku bertanya “tentu saja! Mundur sedikit, tapi jangan macam-macam, atau kutembak sekarang!” “tunggu, sebelum kau menembakku bolehkah aku mencari ikat kepalaku?” “baiklah, tapi jangan macam-macam!” “terima kasih…”, aku pun mencari ikat kepalaku, setelah kutemukan aku mundur sambil memegangnya, lalu…
DORRR!!!!!!!!

Darah bercucuran dari dadaku, dia menembakku tepat di jantung, sakit… tapi tak apa, aku tidak menyesal, setidaknya aku sedang memegang ikat kepalaku yang berharga, merah di atas, dan putih di bawah, lambang bendera Indonesia yang kucintai… aku berharap agar perjuanganku ini tidak sia-sia… aku berharap, agar suatu hari nanti, anak cucuku bisa menikmati hasil upayaku ini, sekalipun tidak merdeka, setidaknya aku ingin mereka hidup tenang… bukan dipenuhi suara tembakan yang membuat telinga sakit… cukup aku… biarkan aku saja yang berdarah… setiap tetes darahku yang keluar hanya untuk INDONESIA dan keluargaku, beserta keturunanku…

Jumat, 16 Agustus 2013

khusus HUT RI yang ke-68

BENDERA TUA
Aku adalah sebuah bendera yang sudah sangat tua, sejak pertama dikibarkan aku hanya sendiri tanpa teman, tapi… sejak 13 tahun lalu, aku sudah tidak kesepian lagi.

                           A BIG STORY
Seperti hari hari biasa, aku selalu sendirian, tapi kini tidak lagi, karena ada Amelia, anak yang selalu menyapa dan tersenyum setiap kali melewati ku.
Tapi, akhir akhir ini kulihat dia sering bersama dengan seorang pria, aku tidak tahu siapa pria itu, tapi dia kelihatan begitu gembira saat bersama dengannya. Dan meskipun begitu dia tetap selalu menyapaku, saat pria yg sering bersamanya itu melihatnya, dia begitu bingung, aku mengerti mengapa dia bingung.
5 tahun kemudian mereka menikah, tapi sudah satu tahun mereka belum memiliki anak, hingga akhirnya Amelia meninggal karena penyakit kanker yg sudah dideritanya sejak lama.
Sejak itu aku mulai merasa kesepian lagi, tapi, akhir akhir ini pria(suami Amelia) itu sering berada diluar bersama seorang anak kecil, dia juga sering tersenyum dan menyapaku, aku agak merasa aneh karena dia juga(sepertinya) menceritakanku kepada anak itu.
23 tahun aku selalu di hibur oleh pria itu, kini saatnya dia kembali menemui Amelia, kupikir aku akan sendirian lagi, tapi ternyata tidak, kini, ada pengganti Amelia dan suaminya, yaitu Kina, anak yg selalu bersama suami Amelia.
-END-
BENDERA TUA
Story of Rizal

“Halo tuan bendera!”, itulah yang setiap kali dia katakana setiap kali melewati sebuah bendera yg sepertinya sudah sangat tua, setiap kali dia mengatakan itu aku selalu heran, akhirnya kuberanikan diri untuk bertanya, “Amel, kenapa kamu selalu menyapa dan tersenyum kepada bendera itu?” Amel tersenyum, dan menjawab “Ehm… Rizal, kamu tau kan aku ini anak IPS? Aku paling suka membaca buku tentang usaha Indonesia melawan penjajah, itu membuatku bersemangat” lalu Amel melanjutkan lagi, “Mereka mempertaruhkan nyawa mereka demi bendera ini, kalau kita tidak menjaganya, sama saja kalau kita tidak menghargai perjuangan mereka,” itulah jawaban Amel.
5 tahun kemudian kami menikah, tapi sebelum kami memiliki anak, Amel meninggal karena penyakit kanker-nya, aku begitu sedih, tapi kutahan rasa sedih ini, karena Amel pun pasti akan sedih jika tahu aku sedih.
Satu bulan setelah kematian Amel, aku masih agak sedih, tapi kucoba untuk mulai ceria, akupun keluar, angin berhembus kencang, tapi kulihat bendera yg sering di sapa oleh Amel kelihatan begitu lesu, padahal ini hari yang menyenangkan. Kucoba untuk tersenyum kepadanya, dia mulai berkibar. Saat berkibar dia kelihatan begitu gagah, sehingga aku senang melihatnya, akhirnya kucoba untuk mulai tersenyum dan menyapanya setiap hari, dia berkibar dengan gembiranya, aku pun ikut gembira.
Suatu hari datang seorang anak, dia datang setiap hari dan selalu menemaniku.
23 tahun kemudian aku menyusul Amelia, kini, penerus kami adalah Kina, anak yang selalu bersamaku…
BENDERA TUA
                                             SHORT STORY OF KINA

Halo, aku Kina, saat masih kecil aku selalu bermain bersama seorang pria. Dulu dia kupanggil kakak, setelah itu paman, kemudian kakek, akhirnya almarhum…
Dulu, beliau selalu bercerita tentang sebuah bendera tua, arti tentang bendera itu, perjuangan mendapatkan bendera itu, dan lainnya…
Kini beliau telah meninggal, dan aku yang meneruskan penghormatan beliau kepada bendera itu… Aku tidak tahu siapa berikutnya, tapi yang pasti, saat ini, aku akan menjadi orang dewasa yang baik, dan berusaha untuk memulai perubahan masa depan sedikit demi sedikit…